My new sounds:
June 2013
2 posts
May 2013
3 posts
Bagaimana kita menerjemahkan pertemuan demi pertemuan? Apakah cinta turut andil di dalamnya?
Ini tanyaku kepadamu karena buatku jawabannya satu: cinta ada di dalamnya. Kamu?
Cinta bisa teraba lewat tanda tanda, tapi keakuan adalah jalan ke-pasti-annya.
cc: kamu.
April 2013
7 posts
Cintaku bertumbuh bunga. Semerbak mewangi diantara penantian dan hatimu yang mengering.
Lepas dari jerat keraguan. Kujamu hatimu tanpa pandang bulu.
Masihkah tersisa pelukanmu untukku, bahkan dengan satu lenganmu?
March 2013
3 posts
Kembali ke realitas. Ketika hening adalah bahasa yang memenuhi segenap ruang.
Hening yang mendekap doa-doa malam untuk orang tercinta.
Bahasa kesedihan paling lirih adalah air mata yang mengharu-birukan doa.
Selamat malam, berbahagialah engkau di sana.
- (untuk Abah)
My new sounds:
February 2013
4 posts
January 2013
8 posts
Tak perlu kau minta
Aku akan menjagamu sepanjang waktu
Dengan cinta sebagai mataku
Dengan rindu sebagai jembatanku
Dengan menikahimu.
My new sounds:
Malam masih punya cerita tentang kita, rindu dan bening dua matamu yang menantang bintang.
Aku merindukan mata kita bercengkrama seperti kemarin, pada sepotong sore yang mendung.
Matamu, pijar terhangat yang aku kenal, sore kemarin. Sekarang aku mengerti, itu sungguh berarti.
December 2012
4 posts
November 2012
6 posts
My new sounds:
Seperti kemarin, hujan punya cerita tentang pelukan-pelukan kita yang jatuh di sudut malam.
Pelukan demi pelukan yang jatuh dan kita bahasakan tanpa tubuh yang berpagut.
Seperti yang sudah-sudah, saat cinta jatuh kepadaku tak kenal kata sudah.
Seperti kemarin, hari ini adalah rindu kita yang berulang, terlelap diantara jarak dan pertemuan.
Seperti berharap diayun ketiadaan, aku mencintaimu tak peduli apakah akan berkesudahan.
October 2012
3 posts
- @moammaremka

Belum usai. Apa yang selama ini kusebut kenangan serta merta menarikku kembali ke pusaran rindu, berulang.
Apakah kamu tahu? Semalam, di meja perjamuan, kita bertemu. Lugu sapaku gemetar menyebut rindu.
Bukan sekadar rindu selintas lalu tapi rindu yang setia berulang dan tak terbilang, menggamit harapan itu kembali ke pangkuan.
Kepadamu, kenangan kutimang, dan sekarang bersanding dengan harapan.
Diam-diam, aku suka cara matamu menatap harapan dan menyandingkannya dengan keyakinan.
Mata, milikmu, yang tak akan punah oleh serangan ketakutan, apalagi ragu yang menyekap enggan.
Terima kasih kepadamu, yang tak letih mengajakku kembali, menengok isi hati kita, sekali lagi.
September 2012
16 posts
Sekecil apapun, bersamamu adalah momen terindah yang menasbihkan rasa; dengan atau tanpa alasan apapun.
Dalam sadarku, kusunting cintamu sebagai kekasihku. Dalam raguku, kuhapus setiap alasan untuk berjarak dari hatimu. Dalam keakuanku, bersamamu adalah perjalanan mencari jawaban. Dan, belajar adalah kata kuncinya.
“Detik ini bersamamu, dan seterusnya aku inginkan itu,” yakinku.
Dan, kuputuskan menjalani apa yang seharusnya dijalani dengan hati sebagai jembatannya. Karena bersamamu, aku bisa merasakan setiap momen yang terjadi sebagai kejadian perasaan.
Perlahan tapi pasti, aku mencintaimu tak henti.
**
“Sedetik rindu dan seterusnya…” - #a - My new sounds:
Akulah orang asing di mata cinta
Akulah ketidakpastian di setiap jawaban yang tertulis nyata.
Akulah ketakutan di tapal batas cinta yang mencium maut.
Sebut saja itu aku.
Tak ada alamat pasti di nadiku yang berdetak menghitung rindu.
Tak ada rumah, tempatku berpulang menyemayamkan setiap gelisah yang datang.
Tak ada tujuan, tempat bahagia dan sedihku bermuara.
Sampai akhirnya kau datang, tiba-tiba.
Kamulah pengantinku di mata cinta.
Kamulah kepastian di setiap jawaban yang kuiba.
Kamulah keberanian di tapal batas cinta yang menciumi titik titik kerinduan.
Sebut saja itu kau,
di mataku
di mata cinta.
Jangan Berakhir - (2) #dearyou #Senja - My new sounds:
Jangan Berakhir - (1) #dearyou #cintaitukamu - My new sounds:
- @moammaremka
Apa yang paling berkecamuk dalam pikiranmu ketika merindukan seseorang?
Dia, keinginan bertemu, hasrat untuk memeluk, jarak, keterpisahan, dan seterusnya. Semua berujung di ruang kegelisahan.
Rindu memang serupa hutang. Ada rentang jarak yang belum lunas terbayar saat pertemuan belum jadi kenyataan.
Rindu memang selalu kelaparan. Dan bertemu dengan orang yang kamu rindukan, itu makanan terlezatnya.
Rindu itu ibadah perasaan. Tersirat doa dan harapan untuk bertemu dengan dia yang kamu sayang.

Buat apa berjudi dengan waktu karena kita tak bisa menang melawannya. Lebih baik, kita berjalan mengiringnya.
Buat apa menengok ke belakang jika di depanmu kini ada aku yang siap memeluk bahagia dan sedihmu.
Buat apa? Buatmu bahagia, tentunya.
Tapi, jika kamu tak percaya, buat apa?!
Jakarta, Sabtu, 15 September 04.18 Wib -